Label

Tampilkan postingan dengan label DAKWAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DAKWAH. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Juni 2018

Doa Sapu Jagat Rasulullah di Malam Lailatul Qadar

Doa Sapu Jagat Rasulullah di Malam Lailatul Qadar




Menanti datangnya malam lailatul qadar merupakan harapan umat Islam pada bulan suci Ramadhan. Menanti malam yang penuh berkah, kemuliaan, dan kesucian menuntut seorang hamba juga dalam keadaan baik dan suci hatinya setelah menempa dua puluh hari pertama bulan Ramadhan karena menurut sejumlah riwayat, malam lailatul qadar hadir di sepuluh malam terakhir bulan suci tersebut.

Selasa, 05 Juni 2018

Inilah Permintaan Rasulullah SAW dalam Doa Qunutnya

Inilah Permintaan Rasulullah SAW dalam Doa Qunutnya



Rasulullah SAW tidak meninggalkan doa Qunut pada shalat Subuh dan shalat Witir pada paruh kedua Ramadhan. Dalam doa Qunut, Rasulullah SAW memohon petunjuk, ampunan, dan keselamatan kepada Allah SWT. Berikut ini doa Qunut yang dibaca Rasulullah SAW. 

Senin, 04 Juni 2018

Ulama Beda Pendapat, Mana yang Harus Diikuti?

Ulama Beda Pendapat, Mana yang Harus Diikuti? 



Perbedaan pendapat para ulama sudah terjadi sejak zaman Rasulullah SAW. Kemudian setelah beliau wafat pun perbedaan pendapat tetap berlangsung. Sampai hari kiamatpun para ulama tetap berbeda pendapat di dalam berbagai hal yang terbuka bagi berbagai penafsiran.

Kamis, 31 Mei 2018

Nama-nama Lain Bulan Ramadhan

Nama-nama Lain Bulan Ramadhan






Ramadhan adalan bulan yang paling istimewa dibanding dengan bulan yang lainnya. Sejumlah peristiwa penting terjadi di bulan suci ini. Momen pelipatgandaan pahala ini juga berlimpah ibadah-ibadah khusus, yang memacu umat Islam berlomba-lomba dalam meraih keutamaan di bulan Ramadhan.

Minggu, 27 Mei 2018

Hukum Menerima THR dari Non-Musli

Hukum Menerima THR dari Non-Muslim



THR yang diberikan orang non-muslim tersebut pada dasarnya masuk dalam kategori hadiah. Karena pemberian tersebut tanpa konpensasi. Maka sebelum mengulas tersebut kami akan menjelaskan sedikit tentang hukum memberikan hadiah. 

Tiga Peristiwa Penting di Bulan Ramadhan dalam Sejarah Nabi

Tiga Peristiwa Penting di Bulan Ramadhan dalam Sejarah Nabi

Sudah menjadi hal yang maklum bahwa Ramadhan adalah bulan yang mulia, bulan penuh berkah. Bulannya orang berpuasa, bulannya orang beribadah. Namun, tahukah anda apa saja peristiwa besar dalam sejarah hidup Nabi yang terjadi di bulan Ramadhan? Berikut ini penjelasannya.

Jumat, 25 Mei 2018

Non-Muslim yang Berjasa kepada Rasulullah

Non-Muslim yang Berjasa kepada Rasulullah



Dalam episode kehidupan Nabi Muhammad ada sejumlah orang yang tidak atau (saat itu belum) bergabung dalam barisan umat, namun telah membantu Nabi Muhammad ﷺ dengan cara mereka masing-masing. Mereka melindungi, memandu, membantu dan berteman setia kepada Nabi Muhammad dan secara tidak langsung membantu perjuangan dakwah Nabi Muhammad.

Rabu, 23 Mei 2018

Keistimewaan Orang yang Sibuk Membaca Al-Qur'an

Keistimewaan Orang yang Sibuk Membaca Al-Qur'an




Di antara pintu terbesar untuk mencapai kelapangan hidup agar tidak terjebak dalam kesempitan yang membelenggu adalah dengan membaca Al-Qur'an. Hati bisa sewaktu-waktu berkarat sebagaimana besi, mengingat kematian dan membaca Al-Qur'an merupakan media pembersih karat tersebut. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berikut:

Senin, 21 Mei 2018

Sejarah Puasa Ramadhan

Sejarah Puasa Ramadhan




Puasa bagi umat Islam memiliki makna yang sangat mendalam dalam rangka penghambaan manusia kepada Allah SWT. Puasa tidak hanya ibadah yang memerlukan peran fisik, tetapi juga memerlukan kesehatan batin, bahkan mampu menyempurnakan batin menjadi hamba yang bertakwa.

Rabu, 16 Mei 2018

BOM BUNUH DIRI BUKANLAH JIHAD BUKAN PULA ISTISYHAD (Mencari Syahid)!!

 BOM BUNUH DIRI BUKANLAH JIHAD BUKAN PULA ISTISYHAD (Mencari Syahid)!!



Islam adalah agama rahmatan lil 'alamin. Bahkan, syariat jihad itu sendiri merupakan salah satu bukti nyata misi rahmatan lil 'alamin tersebut. Namun, keindahan syariat jihad menjadi tercemar dan terkesan buruk karena tindakan kelompok-kelompok radikal-teroris.

Senin, 14 Mei 2018

Definisi Rukhsah dan Pembagian Hukumnya

Definisi Rukhsah dan Pembagian Hukumnya


Dalam beribadah Allah ternyata tidak selalu memberikan hukum yang berlaku permanen. Allah memberikan keringanan-keringanan kepada orang tertentu dalam kondisi tertentu. Hal ini mengingat keadaan yang dihadapi oleh seorang hamba tidak selalu berjalan mulus. Terkadang ada beberapa kesusahan yang menjadikan ia terhalang untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu.

Mengapa Kita Harus Bermazhab

Mengapa Kita Harus Bermazhab



Dalam beragama (Islam) kita sering mendengar ada sebagian Muslim yang menyatakan bahwa dalam mempelajari dan mengamalkan ajaran agama kita tidak perlu menganut mazhab imam tertentu karena cukup langsung merujuk kepada Al-Qur’an dan as-Sunnah. Karena kedangkalan ilmunya maka mereka menyangka bahwa para mujtahid atau imam mazhab dalam beragama itu tidak berpedoman, melanggar keduanya atau memahami agama tanpa dalil dan tanpa metode. Jadi, dalam beragama perlukah kita bermazhab, dan apakah hakikat bermazhab itu?

Dalil-dalil Cinta Tanah Air dari Al-Qur’an dan Hadits

Dalil-dalil Cinta Tanah Air dari Al-Qur’an dan Hadits



Nasionalisme berasal dari kata nation (B. Inggris) yang berarti bangsa. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, kata bangsa memiliki beberapa arti: (1) kesatuan orang yang bersamaan asal keturunan, adat, bahasa, dan sejarahnya serta berperintahan sendiri; (2) golongan manusia, binatang atau tumbuh-tumbuhan yang mempunyai asal usul yang sama dan sifat khas yang sama atau bersamaan, dan (3) kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan bahasa dan kebudayaan dalam arti umum, dan biasanya menempati wilayah tertentu di muka bumi (Lukman Ali. Dkk., Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta, Balai Pustaka, 1994, hal. 98).

Hukum Qadha Puasa Setelah Lewat Nisfu Sya‘ban

Hukum Qadha Puasa Setelah Lewat Nisfu Sya‘ban



Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Utang puasa harus dibayar karena itu adalah hak Allah meskipun manfaatnya berpulang kepada manusia, bukan kepada Allah.

Adapun terkait puasa setelah memasuki nisfu Sya’ban atau pertengahan bulan Sya‘ban, ulama berbeda pendapat. Sebagian ulama mengharamkan puasa pada pertengahan bulan Sya‘ban hingga Ramadhan tiba. Mereka mendasarkan pada antara lain hadits riwayat Abu Dawud berikut ini:
عن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال إذا انتصف شعبان فلا تصوموا

Artinya, “Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, ‘Bila hari memasuki pertengahan bulan Sya’ban, maka janganlah kalian berpuasa,’” HR Abu Dawud.

Hukum Menunda Pemakaman Jenazah karena Tunggu Kelengkapan Keluarga

Hukum Menunda Pemakaman Jenazah karena Tunggu Kelengkapan Keluarga



Assalamualaikum wr wb

Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Pemakaman jenazah Muslim adalah salah satu kewajiban mereka yang masih hidup. Ulama telah menyepakati kewajiban pemakaman jenazah sebagaimana keterangan Ibnu Rusyd berikut ini:


أجمعوا على وجوب الدفن والأصل فيه قوله تعالى: أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ كِفَاتاً أَحْيَاءً وَأَمْوَاتاً وقوله: فَبَعَثَ اللَّهُ غُرَاباً يَبْحَثُ فِي الْأَرْضِ


Dari Memaklumi Perbedaan

Dari Memaklumi Perbedaan



Suatu hari Rasulullah ﷺ berpesan kepada para sahabatnya yang akan melakukan sebuah perjalanan:

لَا يُصَلِّيَنَّ أَحَدٌ الْعَصْرَ إِلَّا فِي بَنِي قُرَيْظَةَ

“Janganlah ada satu pun yang shalat ‘Ashar kecuali di perkampungan Bani Quraidhah.”

Ketika Nabi mengatakan hal itu, ada sebagian sahabat sudah menunaikan shalat Ashar. Pesan itu diingat-ingat betul oleh mereka. Tidak ada masalah, hingga di tengah perjalanan mereka berselisih pendapat saat waktu Ashar mau habis sedangkan mereka belum sampai di perkampungan Bani Quraidhah.

Pelajaran dalam Peristiwa Isra’ Mi’raj

Pelajaran dalam Peristiwa Isra’ Mi’raj



Isra’ Mi’raj adalah peristiwa yang agung, yaitu Allah subhanahu wata’ala memberikan keistimewaan pada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam untuk melakukan perjalanan mulia bersama malaikat Jibril mulai dari Masjidil Haram Makkah menuju Masjidil Aqsha Palestina. Kemudian dilanjutkan dari Masjidil Aqsha menuju Sidratil Muntaha untuk menghadap Allah subhanahu wata’ala sang pencipta Alam semesta. Sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala dalam surat Isra’ ayat 1:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Artinya: Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjid Aqsho yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Cara Allah Memuliakan Bulan Sya’ban

Cara Allah Memuliakan Bulan Sya’ban



Secara bahasa, sya'ban berasal dari kata syi'ab yang artinya jalan di atas gunung. Makna ini selaras dengan posisi bulan Sya’ban yang menyongsong bulan Ramadhan. Hal ini merupakan kiasan bahwa bulan kedelapan dalam kalender Hijriyah tersebut merupakan momen tepat untuk menapaki jalan kebaikan secara lebih intensif, mempersiapkan diri menyambut bulan paling mulia, yakni Ramadhan.

Amanat dan Sikap Adil

Amanat dan Sikap Adil



إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا 

Artinya, “Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (memerintahkan kalian) apabila menetapkan hukum di antara manusia untuk menetapkannya dengan adil. Sungguh Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepada kalian. Sungguh Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat,” (Surat An-Nisa’ ayat 58).

Perbedaan Salaf, Salafi, dan Salafiyah

Perbedaan Salaf, Salafi, dan Salafiyah



Membicarakan makna “salaf” tidak hanya terpaku pada satu makna. Sebagaimana yang kita tahu bahwa Bahasa Arab itu memiliki banyak makna dalam satu kata bakunya yang jika dikembangkan ke berbagai wazan, maka artinya pun beda, begitu juga denga perbedaan harakat.

Istilah ini sejak dulu sudah digunakan di Indonesia, contohnya pesantren salafiyah yang berarti metodenya masih menggunakan metode salaf dalam proses menyalurkan pengetahuan, yaitu sorogan dan bandongan atau dalam istilah ilmu hadits yaitu tahammul wal ada’ via qira’ah ‘ala syaikh (murid membaca kepada guru) atau sima’ min syaikh (guru yang membaca dan murid yang mendengarkan).

Postingan Populer