Islam adalah agama rahmatan lil 'alamin. Bahkan, syariat jihad itu sendiri merupakan salah satu bukti nyata misi rahmatan lil 'alamin tersebut. Namun, keindahan syariat jihad menjadi tercemar dan terkesan buruk karena tindakan kelompok-kelompok radikal-teroris.
Jihad merupakan salah satu amal termulia dalam Islam, yaitu berperang demi menegakkan dan membela agama Allah di muka bumi. Barangsiapa yang gugur dalam perang tersebut, dia akan gugur sebagai seorang syahid. Pahala besar dan derajat yang tinggi di surga akan diraihnya, Insyaallah
Itulah kebodohan mereka. Sesungguhnya akal mereka itu dangkal. Tidak bisa memahami ayat atau hadits dengan pemahaman yang benar.
disertai muncul tokoh-tokoh, dan kelompok-kelompok yang sangat kuat semangatnya membela agama, namun tidak berdasarkan bimbingan ilmu agama yang benar. Inilah yang memunculkan radikalisme dan terorisme.
Betapa banyak anak muda yang masih polos dijejali paham ekstrim dan radikal. Dengan kehampaan ilmu agama yang ada pada mereka, dipiculah semangat berperang. Doktrin ekstrem dengan kemasan jihad disuntikkan kepada mereka. Akhirnya, daya tempur melibas musuh meluap-luap. Siapa yang tak sepaham dengan mereka dinyatakan sebagai musuh atau kaki tangan kaum kafir. Sikap ekstrem ini berujung pada pengafiran serta tindakan teror
Demikianlah sifat dasar yang melekat pada kelompok-kelompok radikalis teroris. Rasulullah – shallallahu alaihi wa sallam – telah menjelaskan tentang kondisi kelompok teroris Khawarij,
"Pada akhir zaman akan keluar satu kaum yang muda belia usianya dan pendek akalnya. Mereka mengatakan ucapan manusia terbaik. Mereka rajin membaca al-Qur'an, tetapi tidak melewati tenggorokan mereka. Mereka melesat keluar dari agama seperti melesatnya anak panah dari tubuh buruannya." (HR. al-Bukhari no. 3611 dan Muslim no. 1066)
Mereka rajin membaca al-Qur'an tetapi tidak bisa memahami dengan benar. Akibatnya, apa yang mereka baca tak bisa menembus hati sehingga tidak bisa memahaminya dengan baik dan benar apa yang mereka baca, apa lagi mengamalkannya. Secara bertahap mereka tergiring untuk keluar dari ketentuan-ketentuan Islam yang indah. Mereka terjatuh dalam penyimpangan dalam keadaan merasa yakin di atas kebenaran, yakin kalau sedang memperjuangkan Islam
Karena itu, teramat penting untuk membenahi pemahaman kaum muslimin dengan memberikan ilmu agama yang benar sesuai dengan tuntunan para ulama salaf (para shahabat Nabi – shallallahu alaihi wa sallam – dan yang mengikuti mereka).
Mengenakan rompi bom, membawa bahan peledak dengan mobil, atau cara-cara lainnya, kemudian pelakunya meledakkan bom tersebut dan dirinya ikut meledak, menurut kaum teroris adalah aksi jihad. Inilah yang terjadi pada peristiwa bom Bali, bom Bursa Efek tahun 2000, bom Hotel JW marriot tahun 2003, dan masih banyak lagi.
Aksi seperti inilah yang difatwakan oleh Usamah bin Laden, Yusuf al-Qaradhawi, dll.
Adapun para ulama berfatwa bahwa aksi pengeboman yang mereka lakukan adalah perbuatan bunuh diri bukan mencari syahid
Bunuh diri sendiri merupakan perbuatan dosa yang sangat besar. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
"Barangsiapa bunuh diri dengan besi, besi tersebut akan berada di tangannya dan dia tusukkan pada perutnya di neraka Jahannam, dia kekal selama-lamanya di dalamnya." (HR. Muslim no. 109)
Kaum muslimin berlepas diri dari aksi-aksi teror tersebut, karena aksi-aksi tersebut mengandung pelanggaran terhadap ajaran agama Islam yang mulia. Di antaranya :
Membunuh manusia tanpa ada alasan yang benar.
Membunuh manusia tanpa cara yang benar.
Menumbuhkan rasa ketakutan di tengah masyarakat.
Merupakan sikap memberontak kepada penguasa muslim yang sah.
Menyelewengkan makna jihad fi sabilillah yang sebenarnya.
Membuat kerusakan di muka bumi.
Merusak harta benda.
Terorisme adalah bid'ah alias hal baru yang diada-adakan dalam agama sehingga merupakan kesesatan
Karena aksi-aksi tersebut bertolak belakang dengan ajaran Rasulullah - shallallahu alaihi wa sallam - dan para shahabatnya.
manhajul-anbiya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar